Maria Walanda Maramis: PEREMPUAN MINAHASA INSPIRATIF

Maria Walanda Maramis

Maria Walanda Maramis adalah Tokoh Perempuan Indonesia asal Tanah Minahasa yang ikut berperan di kancah Nasional. Beliau memiliki Visi dan Misinya dalam dunia Pendidikan dan Pemberdayaan.

Maria Maramis merupakan pendiri PIKAT (Persatuan Ibu Kepada Anak Temurun) yang didirikan pada tanggal 8 Juli 1917, dengan tujuan untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Kaum Wanita melalui Pendidikan dan Keterampilan.

Saat itu Maria Walanda Maramis berusia 45 tahun, Ia mengirim surat kepada Ibu-Ibu di berbagai pelosok negeri dari Sangihe Talaud, Gorontalo, Poso, Makasar, Jakarta, Bogor, Malang, Surabaya, Bandung, Cimahi, Magelang, Balikpapan, Sangu-sangu dan Kota Raja.

Membuktikan betapa masifnya gerakan perobahan yang dimulai dari Manado Minahasa. Tanggal 2 Juli 1918, mendirikan Sekolah Rumah Tangga untuk anakanak Pemudi Remaja yang Tamat SD dan tidak bisa melanjutkan sekolah lagi karena aturan dan sistim penjajahan.

Diberi nama” HULSHOUD SCHOOL PIKAT”. Sekolah keterampilan mengurus rumah tangga secara terpadu. Pendidikan budi pekerti, tata krama, penguatan kebersamaan, menanamkan cinta bangsa Indonesia.

Sejak tahun 1919, Maria berjuang agar kaum perempuan diberikan hak untuk memberikan suara pada pemilihan calon anggota dewan/parlemen local yi. Minahasa Raad.

Dimana pada tahun 1921 diputuskan bahwa perempuan berhak untuk memberikan suara. Selanjutnya perjuangan Maria menempatkan kaum wanita untuk mengambil bagian dalam bidang politik.

Maria Walanda maramis mengagumi RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi kaum wanita di pulau Jawa. Usia Maria Walanda Maramis terpaut 7 tahun lebih tua dengan RA Kartini yang lahir 21 April 1879. Maria hidup selama 52 tahun, RA Kartini selama 24 tahun.

Perjuangan Maria Walanda Maramis

Kekuatan yang meneguhkan perjuangan Maria Walanda Maramis adalah:

  1. Perempuan yang Cerdas, berani mendobrak Tradisi,memiliki visi pembebas, peka dan peduli.
  2. Di bentuk dari Kesulitan sebagai anak yatim piatu usia 6 tahun
  3. Menulis dan membuat artikel-artikel tentang Ide, Pemikiran,Gagasan serta karya nyata yang sudah di buat dikirim ke Surat kabar al. Cahaya Siang.
  4. Setelah menikah, Maria mengikuti suaminya tinggal di Manado. Ia mulai mengutarakan isi pikirannya melalui tulisan yang dikirimkan ke surat kabar Tjahaja Siang, pionir surat kabar di Sulawesi Utara. Dalam tulisan-tulisannya, ia memaparkan pentingnya kaum perempuan memperoleh pendidikan yang lebih baik sehingga nantinya bisa berperan menjadi istri sekaligus ibu yang lebih baik pula untuk keluarga. Karena gencarnya menulis sehingga menggugah Gubernur Jenderal Belanda Van Limburg Stirum dan istrinya berkunjung ke Sekolah PIKAT bahkan menyumbang 40.000 Gulden, pada tahun 1920.
  5. Keluarga, diasuh dengan baik oleh pamannya yi. Essau Rotinsulu dari pihak Ibunya. Kakak dari Maria adalah Alexander Andries Maramis. Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional, Anggota BPUPKI, Menteri Keuangan RI yang menandatangani oeang/uang pertama Indonesia.
  6. Melakukan Terobosan dan membangun kekuatan jaringan yi. Meskipun hanya tamat SD, tapi Maria belajar dari Istri Pendeta Ten Howen dari Belanda yang melayani di Maumbi. Mengirim surat kepada Ibu-ibu diberbagai daerah.
  7. Meskipun menikah muda yi. 18 tahun, perjuangannya tidak berhenti, bahkan mendapatkan dukungan dari suaminya yang adalah seorang guru yaitu Yoseph Calusung Walanda. Anak-anak mereka yang mendapat kesempatan sekolah guru di Batavia akhirnya ikut mengajar di sekolah yang didirikan oleh PIKAT.
  8. Mengisi Momentum dengan baik serta melakukan Karya Nyata tanpa menunda dan karena kegigihannya akhirnya menarik dukungan banyak pihak.
  9. Maria membuka jalan baru bagi kaum perempuan yang kehilangan harapan ditengah belenggu tradisi yang mengungkung. Memupuk kemauan untuk berubah menjadi lebih baik dan maju dapat meruntuhkan kekuatan tradisi buruk yang mengakar.
  10. Sebagai Tou Minahasa, Maria Walanda Maramis menghidupkan Semangat Falsafah Budaya Minahasa yi. Mapalus dan Si Tou Timou Tumou Tou.

KARYA NYATA BAGI PERJUANGAN NASIONAL

  • PIKAT dengan visi Pendidikan dan Pemberdayaan di buka diberbagai pelosok negeri Indonesia.
  • Berhasil memperjuangkan emansipasi perempuan, mendorong kekuatan untuk berjuang mengubah situasi menjadi baik dan maju.
  • Mendobrak tradisi yang merendahkan martabat perempuan Indonesia.
  • Menjadi Inspirasi munculnya pemimpin Perempuan yang Cerdas, Berani dan Berhasil pada bidang, profesi dan keahlian masing-masing. Di bidang Pemerintahan, Politik, Swasta, maupun ABRI dan Kepolisian.
  • Dari tanah Minahasa Maria Walanda Maramis, memberi sumbangsih besar bagi pembangunan bangsa bersama para pejuang Perempuan Indonesia al. Laksamana Mahalayati dari Aceh, Marta Christina Tiohahu dari Ambon Maluku, RA. Kartini dari Jawa, Nyi Ageng Serang dari Jawa Barat dan masih banyak lagi.

TABEA! Pakatuan wo Pakalowiren!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Tulisan Lain

fashion, hair, outdoors

Perempuan adalah Sahabat Bagi Perempuan Lain

Setiap perempuan itu unik. Setiap perempuan memiliki kisah perjuangan hidupnya sendiri, yang satu berbeda dengan yang lain. Masing–masing mengalami saat–saat dimana mereka merasa bahwa tekanan

Fien Jarangga

Kisah Mama Fien Jarangga (Yarangga)

Fien jarangga biasa disebut sebagai Awin Fien. Awin merupakan panggilan kehormatan perempuan Papua terhadap perempuan yang dituakan atau dianggap sebagai ibu, figur atau sosok yang

Send Us A Message